Kisah Pembantu yang Disetubuhi Oleh Majikan

PolisiTidur.com – Namaku Melati, kerja di kota sebagai pembantu rumah tangga. Umur saya masih 23 tahun dan setelah tamat sekolah langsung ke kota untuk bekerja sebagai PRT. Tujuanku bekerja di kota untuk membantu ibuku di desa dengan cara mengirimkan uang yang dipakai untuk adik-adikku agar bisa sekolah. Saya telah bekerja dengan dua majikan yang berbeda. Saat ini saya bekerja untuk majikan yang bernama bu Mila dan majikan saya sangat menyukai pekerjaanku. Sejak aku bekerja dengan dia aku berubah penampilan. Aku yang dulu biasa saja kini aku pun berubah penampilan. Sedikit rapi dan berani menggunakan kosmetik pemutih agar terlihat lebih cantik.

Saat ini aku telah memiliki pacar di desa dan berencana untuk menikah beberapa tahun lagi. Kami sering berhubungan layaknya suami dan istri ketika saya kembali ke desa. Kami menggunakan kondom agar tidak kebobolan. Majikan saya memiliki anak lelaki yang berumur 18 tahun namanya Edo. Saya telah mengasuhnya lama sebelum remaja saya sering memandikan dia. Dulu kemaluannya masih kecil dan belum ada rambut, namum kini ia telah dewasa dan sudah tidak minta dimandikan lagi. Cerita bermula ketika bu Mila pergi keluar kota dan bapak minta dibikinkan secangkir kopi. Pada hari itu bapak memandangi saya cukup lama sehingga saya cukup risih.

Ketika malam saya memakai baju daster sexy dan bersiap untuk tidur setelah melakukan semua pekerjaan. Saya sudah dikamar sambil menonton TV dan chatting dengan pacar saya di desa. Biasanya saya menutup pintu kamar saya namun pada malam itu saya lupa dan tertidur pulas. Saat tidur biasanya saya tidak memakai Bra sehingga nampak sangat sexy. Pada malam itu saya merasa ada seseorang yang membelai pahaku dan sangat lembut setelah belaian itu sampai ke leher akupun terbangun. Kamar serasa gelap padahal aku tidak mematikan lampu kamar. Aku meraba sebelahku dan ternyata ada orang, akupun menjerit dan langsung ada seseorang yang berkata sssstttt diam Melati, ini bapak. “ada apa pak kok masuk di kamar Melati dengan tiba-tiba…”“kamu tenang saja bapak hanya ingin memanjakanmu malam ini…”Aku pun segera menyalakan lampu namun bapak menarikku di ranjang. Dengan lembutnya bibir bapak mengecup bibirku. Aku tidak membuka mulut namun lama-lama terbuka dengan sendirinya aku pun membalas ciuman bapak. Lidahku terjepit di dalam mulut bapak, nikmat sekali. Bapak meraba-raba rambut leher dan tubuhku.Dia melepaskan ciuman lalu menuju ke telingaku. Telingaku dijiliti dengan penuh gairah, aku geli sekali. Kakiku bergerak bergesekan dan gairah yang sangat tinggi itu muncul. Dari luar telinga hingga ke leher lidahnya bermain. akhirnya dia menciumi bibirku dengan penuh kenafsuan. Ciuman bapak semakin menggairahkan birahiku hingga aku memejamkan mata. Ia kemudian meremas payudaraku Dari luar daster dia mencari putting susuku dan dia putar-putar, aku merintih dengan pelan,“aaaaaaaahhhh… Daster yang menutupi tubuhku dibuka bapak dan aku menurutinya. Dengan jelas payudaraku yang semok itu terlihat. Bapak langsung berada di atasku dia menciumi leherku hingga ke payudaraku.

Lidahnya yang panjang menjilati putting susuku,“mmmmmmm….aaaaaahhh…..aaaakkkhh……..”Lidahnya berputar-putar menjilati putting susuku. Dan kemudian dia mengulum dengan memasukkan putingku ke dalam mulutnya. Dia emut dan dia hisap dengan sangat nikmat. Layaknya bayi yang sedang menyusu ibunya dia menghisap dengan penuh gairah. Tangannya terus sambil membelai tubuhku.Pahaku yang mulus dia belai hingga bulu kudukku berdiri karena horny. Belaian lembut itu membuat aku melayang serasa terbang saat itu. Bapak menuju ke bawah dipusarku terus dia jilati tubuhku. Aku semakin horny dibuatnya, bapak membuka celana dalamku. Dia membelai memekku dengan kelembutan,“aaaaaaaahhh…aaaaahhhh….pak…..aaaahhhh…….”Desahanku sangat keras dan terdengar hingga diluar. Suara motor Edo dari luar kedengaran, ia sepertinya sudah pulang dan desahanku membuat Edo curiga dan mendekati kamar. Ia pun menyalakan lampu dan melihat aku dan bapaknya sedang bercumbu. Edo pun mendekati dan bapaknya mulai merasa ketakutan, Edo tiba-tiba melepas pakaiannya dan tanpa basa-basi menciumi bibirku. Bapak pun segera lanjut menjilati memekku. Edo menciumi bibirku dan bapaknya menjilati memekku. Aku sangat kuwalahan mengahadapi mereka berdua yang sangat beringas. Edo ternyata diam-diam pandai ngeseks juga,“aaahhh…..aaaahhhh….ooohhhhh……..”Edo pun berada diatasku, penis kecilnya yang menegang itu berada diatas mukaku. Aku diminta untuk mengulum penis kecilnya. Penisnya dia arahkan masuk ke dalam mulutku. Dengan perlahan aku mengemut penis Edo. Aku emut keluar masuk sembari aku kocok, dia tampak merintih,“aaahhhh…mbak Melati…aahhhh….”Aku semakin bergairah karena memekku terus dijilati bapak.

Dengan posisi membelakangi Edo, bapak mencoba memasukkan penis besarnya ke dalam memekku. Aku masih menikmati penis kecil yang bergelut di dalam mulutku. Aku sedot dan aku kocok penis Edo. Bapak masih berusaha memasukkan penisnya ke dalam memekku. Mulutku sedang mengulum penis Edo sedangkan bapak memberikan pantatnya kearah mukaku.Perlahan dan akhirnya masuk ke dalam memekku,“sssssllleeeebbb……aaaahhhh….aaaahhhh…….”Penis bapak keluar masuk dia tekan ke dalam memekku. Aku sungguh merasakan kenikmatan yang tak terkira malam itu. Gerakan bapak perlahan dan kemudian cepat. Aku membuka kedua kakiku dengan lebar sehingga bapak bisa nyaman dengan gerakannya. Aku pun menggerakan pantatku ke atas, bapak tampak merintih keras,“oohhhh….aaahhh….ayo Melati gerakkan tumbuhmu kembali….aaaahhh….ooohhh……”Penis kecil masih tertancap di dalam mulutku dan penis besar menggoyangkan memekku. Edo mengemut putting susuku dan meremas payudaraku. Sedangkan bapak masih asyik keluar masuk dengan nikmatnya,“ooohhh…aaaaahh….sssss….aaaaaaaakkkhh……ooohh…..” rintihanku.Kedua pria itu tak henti-hentinya menikmati tubuhku. Tubuhku semakin mengejang karena penis bapak terus menggoyangkan memekku. Aku juga membalas dengan goyangan-goyang nikmat yang membuat bapak memuncak. Edo dengan beringasnya mengecup payudaraku hingga memerah. Penis bapak keluar masuk menusuk-nusuk memekku sampai basah,“pak aku mau pipis nih….aaaahhhh………..aaaakkkhhh keluar pak …..ooohhhhh…….”Tak terkira aku orgasme beberapa kali karena mereka. Edo kembali menyodorkan penisnya untuk aku emut,

Bapak kembali dengan goyangannya yang asoy, terus dia gerakkan penisnya. Memekku menjepit penisnya, aku jepit lalu aku lepaskan dengan manis. Bapak tampak merasakan kenikmatan,“mmm… jepit terus aaakkhhh…….ooohhh….aaaahhh…….” Aku lepaskan jepitanku seakan bapak beringas menekan keluar masuk penisnya. Penisnya menembus ke dalam mentok aku pun terus menggeliat. Edo masih saja menikmati payudaraku dengan cara diemut, mungkin semasa bayinya dia tidak diberikan putting susu. Beringas sekali padahal hanya menikmati putting susu. Bagaimana jika dia menikmati memekku yang keset ini bisa klepek-klepek tu Edo.Bapaknya saja keras dalam bercinta, lama sekali belum juga mengeluarkan cairan sperma. Padahal beberapa kali aku orgasme. Edo melihat bapaknya memuncak dia menyodorkan penisnya kembali. Aku emut keluar masuk, pantatku terus aku naikkan dengan perlahan. “ooohhh Melati kamu memang hebat sayang….aaaaahhh…..”Dan keluarlah sperma bapak dan Edo secara bersamaan,“ccccrrrroooottt…cccccrrrrooooottt….cccccrrrrrooootttttt…..” Sperma bapak disemprotkan di luar memekku yang rimbun akan rambut kemaluan. “ccccrrrrooootttt….cccccrrroootttt….cccrrrrrroootttttt…..” “aaaaaaaahhh……aaaahhhhhh……..” rintih Edo dan bapak. Sperma Edo yang keluar di dalam mulutku dan aku telan. Aku lemas tak berdaya tertidur sampai tidak tahu mereka meninggalkan aku dalam keadaan telanjang.

Aku sangat puas dengan seks malam itu dua pria anak dan bapak menikmati tubuhku secara bersamaan. Itulah kisahku yang tidak akan aku lupakan dan untuk pertama kalinya aku menikmati dua pria sekaligus. Bandar Casino Roulette

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Share via
Copy link
Powered by Social Snap