KEMENKUMHAM Mempersilahkan Bila Ada Yang Menggugat Soal Kebijakan Pengeluaran Napi

polisitidur.com – Semenjak kebijan KEMENKUMHAM Yasona Laoly terkait pengeluaran narapidana melalui Program Asimilasi dan Integrasi,banyak Masyarakat yang resah akibat maraknya tindak kriminal semenjak kebijakan itu di tetapkan.

Ada beberapa kasus kriminal yang pelakunya adalah narapidana yang mendapat program Asimilasi dan Integritas.Masyarakat pun resah dan geram kepada Yasona Laoly perihal kebijakan pengeluaran narapidana itu.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yakni Yayasan Mega Bintang,Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI),dan Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegak Hukum (LP3H) yang melakukan upaya hukum agar kebijakan KEMENKUMHAM itu dicabut,kata Sekretaris Yayasan Mega Bintang,Ari Sahudi.

”Banyak Masyarakat yang komplain kepada Mega Bintang bahwa desa yang sebelumnya aman kini tidak aman lagi. Masyarakat sekarang harus menjaga Kampungnya untuk beronda. Hal ini,dampak kebijakan program tersebut,”Katanya. Bandar casino online terpercaya

Meteri Hukum dan HAM Yasona Laoly mempersilahkan kepada siapa saja yang menggugat dirinya atas kebijakan pengeluaran narapidana melalui program Asimilasi dan Integrasi terkait upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran Virus COVID-19 di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS),dan Ruma Tahanan Negara (RUTAN).

”bila ada yang menggugat kebijakan pembebasan warga binaan pemasyarakatan atau narapidana dan anak melalui program Asimilasi dan Integrasi karena mencegah pandemi COVID-19 di LAPAS,RUTAN,dan LPKA lewat jalur hukum,silahkan saja.” Ujar Yasona Laoly dalam keterangannya yang dia terima.

Yasona Laoly mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. Dirinya akan mengikuti seluruh prosedur hukum yang harus dijalani ke depan.
”Saya akan mengikuti sesuai prosedur hukum dan pihak yang menggugat kebijakan dikeluarkan tersebut,”Kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Share via
Copy link
Powered by Social Snap